RASULULLAH S.A.W. DAN UANG 8 DIRHAM
Ditulis oleh sfathoni di/pada Februari 19, 2008
Suatu hari Nabi Muhammad s.a.w. bermaksud belanja. Dengan bekal uang 8 dirham, beliau hendak membeli pakaian dan peralatan rumah tangga. Belum juga sampai di pasar, beliau mendapati seorang wanita yang sedang menangis. Nabi Muhammad s.a.w. sempatkan bertanya kenapa menangis. Apakah sedang ditimpa musibah? Perempuan itu menyampaikan bahwa ia adalah seorang budak yang sedang kehilangan uang sebesar 2 dirham. Ia menangis sangat takut dihukum oleh majikannya. Dua dirham dikeluarkan dari saku Rasulullah s.a.w. untuk menghibur perempuan malang tersebut. Kini tinggal 6 dirham. Beliau bergegas membeli gamis, pakaian kesukaanya. Akan tetapi baru beberapa langkah dari pasar, seorang tua lagi miskin setengah teriak berkata, “Barang siapa yang memberiku pakaian, Allah s.w.t. akan mendandaninya kelak.” Rasulullah s.a.w. memeriksa laki-laki tersebut. Pakaiannya lusuh, tak pantas lagi dipakai. Gamis yang baru dibelinya dilepas dan diberikan dengan sukarela kepadanya. Nabi Muhammad s.a.w. tak jadi memakai baju baru.
Dengan langkah ringan Nabi Muhammad s.a.w. hendak segera pulang. Akan tetapi lagi-lagi Nabi Muhammad s.a.w. harus bersabar. Kali ini Nabi Muhammad s.a.w. menjumpai perempuan yang diberi dua dirham tersebut mengadukan persoalan, bahwa ia takut pulang. Ia khawatir akan dihukum oleh majikannya karena terlambat. Sebagai budak saat itu nilainya tidak lebih dari seekor binatang. Hukuman fisik sudah sangat lazim diterima. Rasulullah s.a.w.diutus di dunia untuk mengadakan pembelaan terhadap rakyat jelata. Dengan senang hati Rasulullah s.a.w. mengantarkan perempuan tersebut ke rumah majikannya. Sesampainya di rumah, Rasulullah s.a.w. mengucapkan salam. Sekali, dua kali belum ada jawaban. Baru salam yang ketiga dijawab oleh penghuni rumah. Nampaknya semua penghuni rumah tersebut adalah perempuan. Ketika ditanya kenapa salam Baginda s.a.w. tidak dijawab, pemilik rumah itu mengatakan sengaja melakukannya dengan maksud didoakan Rasulullah s.a.w. dengan salam tiga kali. Selanjutnya Rasulullah s.a.w. menyampaikan maksud kedatangannya. Rasulullah s.a.w. mengantar perempuan yang menjadi budak tersebut karena takut mendapat hukuman. Rasulullah s.a.w.kemudian menyampaikan, “Jika perempuan budak ini salah dan perlu dihukum, biarlah aku yang menerima hukumannya.” Mendengar ucapan Rasulullah s.a.w. itu penghuni rumah terkesima. Mereka merasa mendapat pelajaran yang sangat berharga dari baginda Rasulullah s.a.w.. Seketika itu juga mereka berkata “Budak belian ini merdeka karena Allah s.w.t..” Betapa bahagianya Rasulullah s.a.w. mendengar pernyataan itu. Rasulullah s.a.w. sangat bersyukur dengan uang 8 dirham mendapat keuntungan ribuan dirham, yakni harga budak itu sendiri. Rasulullah s.a.w. berkata, “Tiadalah aku melihat delapan dirham demikian besar berkatnya dari pada delapan dirham yang ini. Allah s.w.t. telah memberi ketenteraman bagi orang yang ketakutan, memberi pakaian orang yang telanjang, dan membebaskan seorang budak belian.”Akhirnya, rahmat dan kasih sayang, bantuan dan pertolongan kepada masyarakat bawah akan mendatangkan kesejahteraan dan kemajuan. Allah s.w.t. berfirman dalam sebuah hadits Qudsyi. “Bahwanya Allah menolong hamba-Nya, selama ia menolong saudaranya.”
